Empat puluh enam kontrak, tidak ada yang sama

Waktu kami mulai menulis kontrak, aturannya cuma satu: tidak ada monster yang muncul tanpa alasan. Hearthwyrm membakar lumbung karena desa berhenti memberinya telur. Reedwife bernyanyi karena seseorang menenggelamkan anaknya di sungai yang salah. Setiap makhluk punya utang, dan setiap utang meninggalkan bekas di tanah.
Bekas itulah yang kamu baca. Sistem Investigasi lahir dari kebiasaan pemburu sungguhan di catatan sejarah Baltik: mereka membaca rumput yang rebah, mencium lumpur, dan menanyai orang yang paling takut. Di Ambermire, kamu melakukan hal yang sama sebelum memilih racikan. Salah membaca berarti salah menyiapkan tubuhmu, dan rawa jarang memberi kesempatan kedua.

Kontrak yang menolak dikerjakan
Sekitar sepertiga kontrak bisa kamu tolak, dan penolakan itu dicatat. Kepala desa yang memintamu membunuh Milk Adder akan mencari pemburu lain. Ular itu tetap mati, hanya bukan di tanganmu, dan tiga bab kemudian desa itu kosong. Kami ingin kamu merasa bahwa memilih untuk tidak berburu juga keputusan berburu.
Kami tidak menulis musuh. Kami menulis tetangga yang sedang lapar.
Ordo pun begitu. Iron Penitent dulunya orang yang yakin sedang menyelamatkan semua orang, dan rawa menolak menerima jasad mereka. Kontrak dari Marienkamp sering paling sopan, paling rapi, dan paling sulit kamu tolak tanpa kehilangan sesuatu.
Tiga akhir, satu rawa
Ketiga akhir cerita tidak ditentukan di bab terakhir. Akhir itu dirakit diam-diam dari kontrak yang kamu ambil, racikan yang terlalu sering kamu minum, dan siapa yang masih hidup di Oakhold. Kami sudah menamatkan game ini ratusan kali dan masih menemukan kombinasi yang membuat kami terdiam di depan layar.


